Pengawetan Kupu Kupu di Bremi Probolinggo

Selamat siang dan selamat beraktivitas para sahabat,

Dengan semangat 45 dan rasa syukur kepada Tuhan, akhirnya saya bisa menemukan ide untuk sekedar berbagi tentang pengalaman pengalaman yang tidak terlupakan. Meskipun sederhana, terkadang pengalaman tersebut akan selalu teringat di hati. Karena saya yakin bahwa hati dan perasaan lebih menyukai hal hal yang sederhana.

Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi mengenai pengalaman saya ketika berkunjung ke Bremi Probolinggo. Bremi adalah salah satu daerah di Lereng Pegunungan Argopuro yang merupakan tempat pemerahan susu sapi dan juga pembuatan gift atau souvenir yang berasal dari serangga yang dibudidaya sendiri.

Waktu itu memang kebetulan aja saya kesana karena ada program kampus. Jadi sambil menyelesaikan program,  saya juga sedikit berjalan jalan untuk melihat lihat pembuatan souvenir dari pengawetan serangga tersebut.

Paling tidak, begini nih beberapa proses yang saya boleh masuk dan boleh melihat secara langsung.

1. Proses Budidaya Kupu Kupu


Gambar di atas adalah Kepompong kupu kupu yang dibudidaya
Kebetulan yang ruang pembenihan gak boleh masuk, jadi liatnya di tempat kepompong doang



Nah, kalo gambar di atas adalah jemuran Kepompong kupu kupu
Jadi di benang tersebut ditunggu sampai kupu keluar dari kepompong
Setelah keluarkupu kupu kemudian di simpan di box kaca yang diberi jalan udara


2. Proses Pengeringan Kupu Kupu dan


Ini sampel kupu kupu berwarna hijau yang udah dikeringkan di oven

Ini sampel kupu kupu berwarna biru muda yang udah dikeringkan di oven

Ini sampel kupu kupu berwarna biru tua yang udah dikeringkan di oven

Nah, kalo yang ini box penyimpanan di ruangan yang hangat. Warna Warni jeh

3. Ada belalang juga lho, tapi ukurannya besar




Ya, seperti apa yang sudah saya katakan di atas. Pengalaman yang sederhana justru akan menyenangkan hati dan membuat hati menjadi damai dan selalu merasa gembira dan ceria.

Terima kasih dan semoga bermanfaat

Artikel Catatan si Boll Lainnya :

33 komentar:

  1. keren ... bagus bagus kupu-kupu nya sob :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang bagus mas, sebenarnya mau foto beberapa kupu kupu yang masih hidup, tapi gak boleh masuk ke penyimpanannya

      jadinya bisa motret kupu kuu yang udah dioven dan diawetin

      Delete
  2. sebelum kepompong itu dari ulat kan.
    ulatnya gimana buatnya. hii.... geli. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang mas, dari ulat dulu

      tempat pembenihannya ada sendiri mas, jadi memang sengaja ada taman untuk kupu kupu yang dikasih nutrisi gitu, jadi bisa mempercepat proses pembuatan ulat, dan kalo dah jadi kepompong baru dipindah ke tempat yg saya foto itu mas

      Delete
  3. aku mauuu duuunkk..............................

    bikinin begituan.. kamu tangkap kupu2nya trus di awetin, terus buat Noofa,, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. maunya sih gitu mbak, tapi saya gak bisa nangkep kupu kupu, bisanya nangkep ayam mbak Noorma ^^

      Delete
  4. Subhanallah... indah sekali ciptaan Allah...Warna sayapnya cantik2 banget...

    Mas Imam...kupu-kupunya dikeringinnya kalau sudah mati atau gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kupu kupunya dikeringin pas masih hidup bunda, namun stok utama induk'annya masih ada di bagian pembenihan

      memang sengaja diawetkan dalam kondisi masih hidup dan dibuat souvenir untuk diekspor dan dijual di dalam negeri

      Delete
  5. Indah banget Mas.....

    kupu-kupunya mati sendiri atau langsung di oven Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kupu kupunya langsung dikeringkan pas masih hidup mas, saya nggak tahu alasannya apa kok gitu, tapi untungnya masih banyak induk'annya yang bisa buat pembenihan lagi

      Delete
    2. wah, ngesakno yo Mas..... Tapi apik hikz...

      Delete
    3. ya namanya juga emang mau dibuat souvenir mas

      yang penting jangan sampai merusak keseimbangan ekosistem, itu aja mas ^^

      Delete
  6. Mantaps... Kupu-kupunya kereeeen oiy... jadi kepingin pulang kampung nangkep kupu2... he :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang rumah aslinya dimana mas abdullah??

      kalo saya sih gak pengen nangkep kupu kupunya, tapi kepingin aja nernak belalang yang gede gede itu mas

      Delete
  7. Replies
    1. kasihan memang mas, tapi karena budidaya dan memang untuk digunakan ya tidak masalah, yang penting pelestariannya tetep jalan

      Delete
  8. kuwi kupu2 ne ayu2 tapi mesakne di oven kyok kue ae yoo mas, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo mbak niar, soale nek gak dioven ngko warnane muprul mbak

      Delete
  9. kupu-kupunya bagus ya, warna warni ...

    ReplyDelete
  10. Warna kupu-kupu diatas asli kan Mas? Cantik ya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. asli mbak, yang di box itu sudah dioven dan diberi zat semacam lilin gitu mbak biar warnanya nggak pudar (muprul)

      Delete
  11. entah kenapa saya geli juga kalo udah berbicara serangga.. entah belalang, kupu - kupu, capung, ataupun coro.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. jarang jarag lho mas, mahasiswa teknik geli sama serangga

      kalo sama cewek geli nggak mas?? :p

      Delete
    2. Bingung eike sama Mas Affan, apa-apa geli apa-apa eneg...

      Delete
    3. ee ada mbak una.. :D

      geli ya kalo udah nempel..

      Delete
    4. wkwk, kapok tuh diomelin sama mbak una :p

      Delete
  12. Replies
    1. kalo mau yang lebih cakep lagi, dateng ke tempatnya langsung mbak una ^^

      Delete
  13. Subhanallah... warna warni yang indah. Kupu-kupu dibudi daya, sehingga gak mengganggu yang hidup di alam bebas ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya paling tidak ekosistem yang ada di alam dibiarkan mbak, jadi kupu kupu di alam tetap lestari karena yang diawetkan adalah hasil budidaya

      Delete
  14. tolong dong d jelasin detailnya proses pembudidayaannya...

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Silahkan menuliskan komentar Anda tentang postingan di atas
Semoga tulisan di atas bermanfaat bagi Anda ^^

Note :
1. Komentar dengan Link Hidup akan di delete.
2. Komentar saya moderasi untuk menghindari komentar yang tidak pantas

Scroll to top