Andai Aku Menjadi Ketua KPK


Sebelum saya berbicara pada blog ini, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya yang baru menjabat menjadi ketua KPK. Ketua KPK dadakan namun berhati seperti pahlawan. Ketua KPK karbitan namun memiliki cita cita mulia dan dermawan. Ketua KPK dari pinggiran namun memiliki jiwa anti korupsi di setiap denyut nadi dan aliran darah saya.

Saya adalah seorang mahasiswa yang sangat ingin menjadi bagian dalam pemberantasan korupsi yang sudah menjadi bahaya laten dalam negeri ini. Keinginan saya sangat sederhana, karena saya hanya ingin turut serta dalam upaya melakukan pembenahan negeri ini terutama dalam hal pemberantasan korupsi.

Di negeri kita yang tercinta ini, saya mengenal KPK, yang biasa dikenal sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu sebuah lembaga yang memang dibuat dan dibentuk untuk memberantas korupsi. Apabila saya menjadi ketua KPK, hal yang saya lakukan demi perbaikan Indonesia ke arah yang lebih baik adalah dengan cara TIDUR. Yang dimaksud dengan istilah TIDUR adalah sebagai berikut

1. TI = TIndak koruptor dengan hukuman mati

Inilah hal yang akan saya lakukan pertama kali jika saya menjadi KPK. Saya akan memberikan hukuman tegas kepada koruptor dengan hukuman mati. Korupsi uang Rp 5.000 akan saya anggap sama dengan korupsi Rp 5.000.000.

Mengapa demikian???

Saya hanya ingin mengingatkan kepada para para pejabat bahwa yang dimaksud korupsi itu bukan mengambil uang rakyat dan diukur dari segi kuantitasnya saja. Yang dilihat itu berupa perilaku ataupun perbuatannya, biar itu seribu, sejuta, semiliyar, tetap sama dianggap korupsi dan harus dihukum MATI.

Apakah hal tersebut sudah adil????

Saya rasa itu sudah cukup adil, karena saya pikir yang membuat aparat di negeri ini gampang korupsi bukan karena adanya banyak kesempatan seperti yang diutarakan oleh bang NAPI, tetapi dikarenakan hukuman para koruptor itu cukup ringan, bahkan banyak yang bilang sangat ringan.

Apa buktinya banyak yang mengatakan hukuman koruptor itu ringan????

Sudah banyak kok buktinya, salah satu contoh paling mengasyikkan adalah ketika mantan napi koruptor bisa menjabat lagi sebagai anggota atau bahkan kepala di lembaga pemerintahan di daerah. Hal tersebut sangat konyol dan saya rasa negeri ini memang negeri yang tidak beretika. Koruptor tidak akan jera dengan hukuman penjara dan juga denda uang, hanya 1 dari 1 milyar koruptor yang akan jera dengan hukuman tersebut, karena hukuman di penjaranya mirip villa.

Terus kalau yang ditangkap bukan koruptor yang asli tapi dihukum mati bagaimana, kan hal tersebut tidak sesuai dengan aturan agama????

Indonesia memang negeri yang BerTuhan, namun Indonesia adalah negara Hukum. Hukum adalah segalanya, hukum adalah sesuatu yang perlu ditegakkan. Hukum bukan hanya dibuat namun kemudian ditelantarkan. Apa nggak malu, sudah susah susah rapat membuat UU, PERPUU, PP, Keppres, dan lain sebagainya tapi nggak sampai separuh yang digunakan. Apalagi tentang UU Tipikor, Sudah buat Undang Undang nya telat, masih saja diperdebatkan, sebenarnya niat nggak sih memberantas korupsi di Indonesia.

Kalo memang niat untuk memberantas, berarti hukuman koruptor itu memang mati. Masalah siapa yang bertanggungjawab kepada Tuhan. Biarlah nanti saya yang menanggungnya. Karena saya sebagai ketua KPK jelas memiliki tanggungjawab tentang hal tersebut secara aspek religius. Tetapi apabila meninjau tentang keniatan saya untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik, saya rela masuk neraka asalkan sudah tidak ada koruptor lagi di Indonesia.

2. D = Diam

Hal yang kedua yang akan saya lakukan apabila saya menjadi ketua KPK adalah saya akan diam. Yang dimaksud dengan diam adalah sebagai berikut:
- saya tidak akan terlalu menyibukkan muka saya di media
- saya tidak akan menyibukkan mulut saya untuk memberitakan sesuatu yang muluk muluk di media
- saya tidak akan menyibukkan tangan dan kaki saya untuk bertingkah aneh agar disorot media
- dan yang terakhir, saya tidak akan menampilkan hasil kinerja saya yang masih bersifat ambigu

Mengapa demikian????

Hal tersebut sangat diperlukan oleh seseorang intelijen sekelas ketua KPK. Karena kinerja KPK bukanlah suatu kinerja yang harus selalu disorot media seperti infotainment. Pekerjaan ketua KPK adalah pekerjaan intelijen yang bersifat rahasia karena memiliki misi khusus yang rahasia pula. 

Sebagaui contoh, apakah Anda pernah mengetahui kepala badan intelijen dunia CIA mondar mandir depan kamera?? saya pikir itu adalah hal yang mustahil, apalagi untuk membahas hasil kinerja CIA. Yang kedua, apakah Anda pernah melihat kepala badan anti korupsi China mondar mandir depan televisi dan kamera?? itu juga hal yang mustahil karena badan seperti itu adalah badan yang rahasia, yang perlu tahu prosesnya hanya kalangan yang bersifat rahasia. Baru kalau sudah ada hasil, hal tersebutlah yang akan disampaikan dalam agenda rapat triwulan atau caturwulan.

Saya sangat ingat dengan pepatah Diam Itu Emas. Pepatah tersebut memiliki makna yang mendalam dan perlu diterapkan oleh ketua KPK. Diam bukan berarti Silent, tapi diam yang dimaksud adalah Action in Silent, yaitu beraksi dalam kesunyian.

3. UR = Untuk Rakyat

Ini adalah prinsip yang terakhir, sebagai Ketua KPK, saya harus bekerja untuk rakyat. Segala niat dan tujuan dari jerih payah yang akan saya lakukan juga untuk rakyat. 

Mengapa demikian ???

Coba kita bayangkan, apabila kita disuruh menghitung berapa persen pejabat di Indonesia apabila dibandingkan dengan warga lokal. Paling tidak ada 20-30% penduduk Indonesia adalah PNS sedangkan sisanya adalah penduduk lokal yang bekerja sebagai pedagang, petani, nelayan, dan pekerjaan lainnya.

Terus apabila dari seluruh PNS diibaratkan ada sekitar 80% yang korupsi, jadi paling tidak ada sekitar 16 - 24% penduduk Indonesia adalah koruptor, sedangkan sisanya yaitu 76-84% adalah penduduk yang bukan koruptor. Kira kira pantas tidak kalau KPK harus selalu bekerja untuk rakyat yang tidak korupsi. Kemudian, sebagai ketua KPK, kira kira pantas tidak saya membunuh koruptor yang secara langsung maupun tidak langsung ikut menyengsarakan 76-84% rakyat yang tidak korupsi??

Inilah sebabnya mengapa ketua KPK harus bekerja untuk rakyat. Selain itu, hal lain yang perlu dimengerti adalah mengenai hukum timbal balik yang merupakan hukum alam sejak dulu.

Jika saya sebagai ketua KPK benar benar berniat bekerja untuk rakyat dalam pemberantasan korupsi, maka secara tidak langsung rakyat pun akan membantu saya untuk memberantas korupsi

Hal di atas adalah hukum yang sederhana, hukum pasti yang ada di dunia. Contohnya adalah ketika ada kisruh antara KPK dengan lembaga lain, KPK tetap yang didukung. Hal tersebut bukan karena nama KPK yang sudah terkenal, melainkan karena KPK adalah lembaga yang dirasakan benar manfaatnya oleh rakyat.


Dari beberapa keterangan saya di atas, saya akan memberikan kesimpulan mengenai catatan saya jika menjadi ketua KPK alias Komisi Pemberantasan Korupsi, bukan Komisi Pencatatan Korupsi. Jadi KPK bukan hanya untuk mencatat korupsi di Indonesia, melainkan untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Meskipun Indonesia ini adalah negeri yang subur
Pagar kayu bisa jadi tanaman kata Bang Koes Plus
Tapi negeri ini bukanlah lahan untuk koruptor
Karena koruptor akan mati ditangan kita RAKYAT INDONESIA

Artikel ini disuguhkan dalam acara Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Terima Kasih

Artikel Catatan si Boll Lainnya :

34 komentar:

  1. yang pertama ngeri sekali mas ... :D
    semoga sukses ngontesnya mas ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mas

      biar para pejabat takut korupsi mas

      Delete
  2. Semoga berjaya bersama saya ya mas
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin pak dhe, semoga sama sama berjaya dalam kontes ini

      Delete
  3. Aaminnn,,semoga niat baiknya kesampaian ya Mam,,dan smg ada yg milih juga hahahahah :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. dipilih atau nggak ngga masalah mimi

      yang penting udah berani ngontes ^^

      Delete
  4. Korupsi, perbuatan yang benar-benar kedholiman yang sngat nyata, karena pengaruhnya pada banyak jiwa. Bahkan bukan hanya orang lain yang dirugikan, tapi juga keturunan koruptor juga yang merasakan dampaknya. Maka tepat sekali kali diberikan ancaman hukuman mati

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ukuman mati untuk koruptor akan segera terealisasikan ya mas Ies

      biar koruptor kapok hidup di negeri ini

      Delete
  5. Yang aku tahu menjadi ketua KPK itu tugasnya berat banget
    Korupsi itu susah dibuktikan, dan pelan2 menghancurkan
    semoga menang ya mas..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya memang berat mbak kalo nggak ada yang mendukung ^^

      kalo seluruh rakyat mendukung, pasti akan lancar dan para koruptor pasti akan mati ^^

      Delete
  6. Sangat menarik artikelnya mas, mari kita berantas korupsi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mas kunjungan baliknya, semoga sukses

      Delete
  7. Wah saya belum ikutan nih. Udah telat kali ya hiheiheiehihee

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah telat nih kang asep, dari kemaren2 belum ikutan toh ternyata, saya juga peserta dadakan nih kang asep ^^

      Delete
  8. setuju hukuman mati diterapkan. cuma dalam kapasitas KPK, mungkinkah Sampeyan memberikan vonis ya Mas. Itu kewenangan hakim tipikor lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mungkin saja lah mas, kaloaturan dibuat dan disepakati bahwa hukuman untuk koruptor itu minimal adalah hukuman mati, saya pikir hakim tipikor juga akan memberi hukuman mati, hehe

      jadi mungkin nanti hakim tipikor hanya memberi opsi hukuman atinya saja
      1. disuntik
      2. dipancung
      3. digantung
      4. milih sendiri cara yang lain, yang penting bisa mati ^^

      Delete
  9. Hm...pemberantasan korupsi memang sulit tapi bukan berarti mustahil, bukan? Semoga sukses di kontesnya ya... *syukur2 jadi anggota KPK beneran * :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mbak mechta ^^

      pengen banget jadi anggota KPK, tapi gimana ya caranya ^^

      Delete
  10. Saleum,
    Andai begini tindakan dari ketua KPK kita kan bagus. Uang rakyat bakal selamat dari comotan sana sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cita cita memang banyak mas

      dan banyak orang juga ingin mejadi anggota KPK

      Andai semua masyarakat Indonesia ingin menjadi anggota KPK yang rela tanpa dibayar, saya yakin korupsi di Indonesia akan menjadi nihil

      Delete
  11. Menjadi ketua KPK saya masih bisa.
    Yang tak mungkin bisa adalah jadi Ketua PKK

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya nanti jadi Kades, panjenengan saya angkat jadi ketua PKK pak Mars ^^

      tapi bukan PKKyag di balai desa, melainkan PKK (Partai Karyawan Kantor)

      Delete
  12. Seharusnya memang begitu hukum tidak pandang bulu, kalau pandang bulu binatang yang berbulu tdk layak dikenai hukuman karena bukan manusia..
    eh ngomong2 koruptor yg tdk layak dikenai hukuman berarti satu species dengan binatang ya... ups... maaf..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa aja nih mas Insan

      Sebenarnya koruptor itu bukan satu species dengan binatang mas, hanya saja masih dalam varietas yang berbeda ^^

      Delete
  13. "saya tidak akan menyibukkan mulut saya untuk memberitakan sesuatu yang muluk muluk di media"
    Setuju banget Mas ... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang seharusnya begitu mas kalo lembaga khusus, semakin banyak menggunakan media, maka akan semakin memperumit kerja dan memperbanyak orang yang tahu dengan tindakan lembaga khusus tersebut

      da akhirnya bagi orang2 yang berkepentingan justru akan memanfaatkan media untuk menghambat kerja lembaga khusus tersebut (KPK)

      Delete
  14. cocok nih dirimu jadi ketua KPK.. semoga menang ya sob..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mas applaus, setiap orang berhak menjadi ketua KPK mas, karena setiap orang memiliki kewajiban memberantas koruptor di negeri ini

      Delete
  15. Semoga ukses kontesnya ya....
    Semoga negara kita akan lebih baik kedepannya. aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin... semoga Indonesia bisa segera terbebas dari koruptor

      Delete
  16. andai mas Imam Boll bener2 jadi,
    bakalan tentrem nih negeri ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bisa saja tentrem mas, tapi sebelum tentrem pasti akan surem dulu mas, karena ada perang dingin antara koruptor vs pembasmi koruptor

      Delete

Silahkan menuliskan komentar Anda tentang postingan di atas
Semoga tulisan di atas bermanfaat bagi Anda ^^

Note :
1. Komentar dengan Link Hidup akan di delete.
2. Komentar saya moderasi untuk menghindari komentar yang tidak pantas

Scroll to top